
1. Mengubah cara berpikir
Saat dilanda emosi, kita sering kali berubah menjadi seorang “drama queen”. Segala hal dilebih-lebihkan, dan tampak serba dramatis. Cobalah berpikir lebih positif dan rasional. Sehingga luapan amarah tidak berubah menjadi rasa sedih dan minder.
2. Melatih cara berkomunikasi
Meski orang lain mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan diri sendiri, dengarkan dahulu tanpa perlu menyela. Setelah itu, baru pikirkan baik-baik respons yang akan Anda berikan.
3. Mengalihkan pada kegiatan positif
Daripada energi digunakan untuk melakukan tindakan agresif, tidak ada salahnya mengalihkan dengan hal-hal yang positif. Semisal berolahraga, atau bekerja lebih giat. Dengan penyaluran seperti ini amarah akan berangsung-angsur hilang.
Tak hanya itu saja, hati serta pikiran Anda akan lebih tenang. Puasa marah yang tengah Anda lakukan pun akan semakin lebih berjalan lancar dan tidak terancam batal.
4. Menenangkan diri
Berhenti memikirkan sumber kemarahan dan fokuskan pikiran pada hal-hal yang menyenangkan. Hidup selalu diwarnai kebahagiaan serta kesedihan. Anda tidak akan pernah bisa berlari dari kenyataan tersebut. Namun, Anda selalu memiliki banyak cara untuk mengatasinya. Lewat puasa marah, Anda sekaligus berlatih meredam amarah Anda.
5. Utamakan kepentingan lebih besar
Dahulukan kepentingan umum atau perusahan dari pada kepentingan pribadi. Padahal untuk membuat sebuah kebijakan yang profesional dan tepat, dibutuhkan penilaian dan pertimbangan secara proporsional, tidak memihak, dan lepas dari segala kepentingan pribadi, kecuali kepentingan perusahaan.
6. Berlatih konsisten
Biang kekisruhan, salah satunya sikap tidak konsisten. Sikap ini bahkan dapat membuat sesuatu yang seharusnya lancar dan benar, menjadi sebaliknya. Itu sebabnya konsistensi dapat menjaga seorang pemimpin dari kemungkinan bertindak secara emosional.
7. Belajar
Dengan banyak membaca artikel-artikel atau buku yang berkaitan dengan kesabaran, serta memahaminya seandainya masih kesulitan, carilah seseorang yang faham akan artiel tersebut. Yang mempunyai pemahaman yang lebih baik dari anda. Terkadang kita bisa belajar sendiri, terkadang juga kita juga perlu seorang guru.
8. Kesabaran
Bisa dilatih dengan terapi-terapi misalnya terapi: (Pernafasan dan masih banyak lagi yang lainnya yang berhubungan dengan olahraga.)
9. Refreshing
Lupakan sejenak kepenatan, luangkan sejenak waktu anda untuk rekreasi, melihat dunia yang hijau, tanpa polusi, tanpa keramaian.
10. Cuci Muka / Wudlu
Bila anda akan marah, (menghadapi suatu masalah), dudulak sejenak, atur pernafasan, kalau perlu cuci muka anda (dalam islam = Wudlu), minum air putih. mungkin akan sedikit menenangkan anda.
11. Cari Udara Segar
Keluar dari suasana itu (Ruang dimana anda akan marah), pergi kesuatu tempat yang lapang, teriaklah sepuasnya, sekuatnya, sekerasnya.
12. Senyum
Selalu Senyum. Marah adalah sifat yang kurang baik, dan sifatnya wajar,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar